JAM WAKTU

Minggu, 11 September 2011

Membangun Keluarga Sakinah

Membangun Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah adalah idaman setiap manusia. Tapi tidak jarang dari mereka menemukan jalan buntu, baik yang berkecupan secara materi maupun yang berkekurangan. Apa sebenarnya rahasianya? Mengapa kebanyakan manusia sulit menemukannya? Mengapa sering terjadi percekcokan dan pertengkaran di dalam rumah tangga, yang kadang-kadang akibatnya  meruntuhkan keutuhan rumah tangga?
Padahal Allah swt menyebutkan perjanjian  untuk membangun rumah tangga sebagai perjanjian yang sangat kuat dan kokoh yaitu “Mîtsâqan ghalîzhâ. Allah swt menyebutkan kalimat “Mîtsâqan ghalîzhâ hanya dalam dua hal: dalam membangun rumah tangga, dan dalam membangun missi kenabian. Tentang “Mîtsâqan ghalîzhâ dalam urusan rumah tanggah terdapat dalam surat An-Nisa’: 21. Adapun dalam hal missi kenabian terdapat dalam surat An-Nisa’: 154, tentang perjanjian kaum nabi Musa (as); dan dalam surat Al-Ahzab: 7, tentang perjanjian para nabi: Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa (as).
Bangunan rumah tangga bagaikan bagunan missi kenabian. Jika bangunan runtuh, maka maka runtuhlah missi kemanusiaan. Karena itu Rasulullah saw bersabda: “Perbuatan halal yang paling Allah murkai adalah perceraian.” Sebenarnya disini ada suatu yang sangat rahasia. Tidak ada satu pun perbuatan halal yang Allah murkai kecuali perceraian. Mengapa ini terjadi dalam perceraian? Tentu masing-masing kita punya jawaban, paling tidak di dalam hati dan pikiran. Dan saya tidak akan menjawab masalah ini, perlu pembahasan yang cukup rinci dan butuh waktu yang cukup lama. Tentu perlu farum tersendiri.
Keluarga sakinah sebagai idaman setiap manusia tidak mudah diwujudkan sebagaimana tidak mudahnya mewujudkan missi kenabian oleh setiap manusia. Perlu persyaratan-persyaratan yang ketat dan berat. Mengapa? Karena dua persoalan ini bertujuan mewujudkan kesucian. Kesucian berpikir, mengolah hati, bertindak, dan gerasi penerus ummat manusia.
Karena itu, dalam bangunan rumah tangga Allah swt menetapkan hak dan kewajiban. Maaf saya pinjam istilah AD/ART. Bangunan yang lebih kecil missinya dari bangunan rumah tangga punya AD/ART, vissi dan missi. Bagaimana mungkin bangunan yang lebih besar tidak punya AD/ART, Vissi dan Missi bisa mencapai tujuan? Tentu AD/ART, Missi dan Missi dalam rumah tangga, menurut saya, tidak bisa dibuat berdasarkan mu’tamar atau kongres atau musyawarah seperti layaknya organisasi umumnya.
Dalam hal rumah tangga kita jangan coba-coba buat AD/ART sendiri, pasti Allah swt tidak ridha dan murka. Karena itu Allah swt menetapkan hak dan kewajiban dalam bangunan rumah tangga. Tujuannya jelas mengantar manusia pada kebahagiaan, sakinah, damai dan tenteram sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 
Menurut pemahaman saya, tidak cukup AD/ART itu dalam bentuk tek dan buku, perlu sosok contoh yang telah mewujudkan AD/ART itu. Siapa mereka? Ini juga perlu farum khusus untuk membahasnya secara detail dan rinci.
Tapi sekilas saja saya ingin mengantarkan pada diskusi contoh tauladan rumah tangga yang telah mewujudkan keluarga sakinah. Dan ini tidak akan terbantah oleh semua kaum muslimin. Yaitu rumah tangga Rasulullah saw dengan Sayyidah Khadijah Al-Kubra (sa), dan rumah tangga Imam Ali bin Abi Thalib (sa) dengan  Sayyidah Fatimah Az-Zahra’ (sa).
Disini sebenarnya ada hal yang sangat menarik dikaji, khususnya bagi kaum wanita dan kaum ibu. Apa itu? Fakta berbicara bahwa Rasulullah saw banyak dibicarakan oleh kaum laki-laki bahwa beliau contoh poligami, kemudian mereka melaksanakan dengan dalil mencontoh Rasulullah saw. Tapi kita harus ingat kapan Rasulullah saw berpoligami? Dan mengapa beliau melakukan hal ini? Pakta sejarah berbicara bahwa Rasulullah saw tidak melakukan poligami saat beliau berdampingan dengan Khadijah sampai ia meninggal. Mengapa? Kalau alasannya perjuangan. Bukankah di zaman dengan Khadijah beliau tidak berjuang? Justru saat-saat itu perjuangan beliau sangat berat. Dimanakah letak persoalannya? Lagi-lagi menurut saya, pribadi Khadijah yang luar biasa, sosok seorang isteri yang benar-benar memahami jiwa dan profesi suaminya. Sehingga Rasulullah saw tidak pernah melupakan Khadijah walaupun sudah meninggal, dan disampingnya telah ada pendamping wanita yang lain bahkan tidak satu isteri. Kaum wanita khususnya kaum ibu, kalau ingin keluarga sakinah harus mempelajari sosok Khadijah Al-Khubra (sa), supaya suaminya tidak mudah terpikat hatinya pada perempuan yang lain.
Sekarang tentang keluarga Imam Ali dengan Fatimah Az-Zahra (sa). Sejarah bercerita pada kita bahwa Rasulullah saw sangat menyukai rumah tangga puterinya dengan kehidupan sederhana bahkan sangat sederhana. Saking sederhananya, hampir-hampir  tidak mampu dijalani oleh ummatnya, khususnya sekarang. Sama dengan Rasulullah saw Imam Ali (sa) saat berdampingan dengan Fatimah puteri Nabi saw beliau tidak berpoligami. Beliau berpoligami setelah Fatimah Az-Zahra’ meninggal. Ada apa sebenarnya dengan dua wanita ini, sepertinya mereka dapat mengikat laki-laki tidak kawin lagi? Apa Imam Ali takut dengan Fatimah, atau Rasulullah saw takut dengan Khadijah? Atau sebaliknya, Khadijah berani dan menundukkan Rasululah saw, juga Fatimah (sa) seperti itu terhadap suaminya? Tentu jawabannya tidak. Lalu mengapa? Jawabannya perlu forum tersendiri untuk kita diskusikan dan mengambil pelajaran darinya.
Sebagi konsep dasar diskusi kita: Perempuan adalah sumber sakinah, bukan laki-laki. Mari kita perhatikan firman Alla swt:
Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia menciptakan untuk kalian isteri dari species kalian agar kalian merasakan sakinah dengannya; Dia juga menjadikan di antara kalian rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (Ar-Rûm: 21).
Dalam ayat ini ada kalimat “Litaskunû”, supaya kalian memperoleh atau merasakan sakinah. Jadi sakinah itu ada pada diri dan pribadi perempuan. Laki-laki harus mencarinya di dalam diri dan pribadi perempuan. Tapi perlu diingat laki-laki harus menjaga sumber sakinah, tidak mengotori dan menodainya. Agar sumber sakinah itu tetap terjaga, jernih dan suci, dan mengalir tidak hanya pada kaum bapak tetapi juga anak-anak sebagai anggota rumah tangga, dan gerasi penerus.
Kita bisa belajar dari fakta dan relialita. Kaum isteri yang sudah ternoda mata air sakinahnya berdampak pada anak-anak sebagai penerus ummat Rasulullah saw. Siapa yang paling berdosa? Jelas yang mengotori dan menodainya.
Sebagai pengantar untuk membangun keluarga sakinah baiklah kita pelajari Hak dan Kewajiban yang buat oleh Allah dan Rasul-Nya, antara lain:
 Hak-hak Suami
1. Suami adalah pemimpin rumah tangga
 “Kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..”(An-Nisa’: 34)
2. Suami dipatuhi dan tidak boleh ditentang
3. Tanpa izin suami, isteri tidak boleh mensedekahkan harta suami, dan tidak boleh berpuasa sunnah.
4. Suami harus dilayani oleh isteri dalam hubungan badan kecuali uzur, dan isteri tidak boleh keluar rumah tanpa izinnya. Rasulullah saw bersabda:
 “Isteri harus patuh dan tidak menentangnya. Tidak mensedekahkan apapun yang ada di rumah suami tanpa izin sang suami. Tidak boleh berpuasa sunnah kecuali dengan izin suami. Tidak boleh menolak jika suaminya menginginkan dirinya walaupun ia sedang dalam kesulitan. Tidak diperkenankan keluar rumah kecuali dengan izin suami.” (Al-Faqih, 3:277)
5. Menyalakan lampu dan menyambut suami di pintu
6. Menyajikan makanan yang baik untuk suami
7. Membawakan untuk suami bejana dan kain sapu tangan untuk mencuci tangan dan mukanya
8. Tidak menolak keinginan suami hubungan badan kecuali dalam keadaan sakit
Rasulullah saw juga bersabda:
 “Hak suami atas isteri adalah isteri hendaknya menyalakan lampu untuknya, memasakkan makanan, menyambutnya di pintu rumah saat ia datang, membawakan untuknya bejana air dan kain sapu tangan lalu mencuci tangan dan mukanya, dan tidak menghindar saat suami menginginkan dirinya kecuali ia sedang sakit.” (Makarim Al-Akhlaq: 215)
Rasulullah saw juga bersabda:
 “(Ketahuilah) bahwa wanita tidak pernah akan dikatakan telah menunaikan semua hak Allah atasnya kecuali jika ia telah menunaikan kewajibannya kepada suami.” (Makarim Al-Akhlaq:215)
Hak-Hak Isteri
1. Isteri sebagai sumber sakinah, cinta dan kasih sayang. Suami harus menjaga
kesuciannya. (QS Ar-Rum: 21)
2. Isteri harus mendapat perlakukan yang baik
 “Ciptakan hubungan yang baik dengan isterimu.” ( Al-Nisa’ :19)
3. Mendapat nafkah dari suami
4. Mendapatkan pakaian dari suami
5. Suami tidak boleh menyakiti dan membentaknya
Pada suatu hari Khaulah binti Aswad mendatangi Rasulullah saw dan bertanya tentang hak seorang isteri. Beliau menjawab:
 “Hak-hakmu atas suamimu adalah ia harus memberimu makan dengan kwalitas makanan yang ia makan dan memberimu pakaian seperti kwalitas yang ia pakai, tidak menampar wajahmu, dan tidak membentakmu” (Makarim Al-Akhlaq:218)
Rasulullah saw juga bersabda:
 “Orang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya sama dengan orang yang pergi berperang di jalan Allah.”. (Makarim Al-Akhlaq:218)
 “Terkutuklah! Terkutuklah orang yang tidak memberi nafkah kepada mereka yang menjadi tanggung jawabnya.” (Makarim Al-Akhlaq:218)
6. Suami harus memuliakan dan bersikap lemah lembut
7. Suami harus memaafkan kesalahannya
Cucu Rasulullah saw Imam Ali Zainal Abidin (sa) berkata:
 “Adapun hak isteri, ketahuilah sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untukmu dia sebagai sumber sakinah dan kasih sayang. Maka, hendaknya kau sadari hal itu sebagai nikmat dari Allah yang harus kau muliakan dan bersikap lembut padanya, walaupun hakmu atasnya lebih wajib baginya. Karena ia adalah keluargamu Engkau wajib menyayanginya, memberi makan, memberi pakaian, dan memaafkan kesalahannya.”
Menghindari pertikaian
Rasulullah saw bersabda:
 “Laki-laki yang terbaik dari umatku adalah orang yang tidak menindas keluarganya, menyayangi dan tidak berlaku zalim pada mereka.” (Makarim Al-Akhlaq:216-217)
 “Barangsiapa yang bersabar atas perlakuan buruk isterinya, Allah akan memberinya pahala seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ayyub (a.s) yang tabah dan sabar menghadapi ujian-ujian Allah yang berat. (Makarim Al-Akhlaq:213)
 “Barangsiapa yang menampar pipi isterinya satu kali, Allah akan memerintahkan malaikat penjaga neraka untuk membalas tamparan itu dengan tujuh puluh kali tamparan di neraka jahanam.” (Mustadrak Al- Wasail 2:550)
Isteri tidak boleh memancing emosi suaminya, Rasulullah saw bersabda:
 “Isteri yang memaksa suaminya untuk memberikan nafkah di luar batas kemampuannya, tidak akan diterima Allah swt amal perbuatannya sampai ia bertaubat dan meminta nafkah semampu suaminya.” (Makarim Al-Akhlaq: 202)
Ada suatu kisah, pada suatu hari seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan berkata: “Ya Rasulullah, aku memiliki seorang isteri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan mengantarku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan mengatakan: Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rizkimu yang kau risaukan, ketahuilah bahwa rizkimu ada di tangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat, semoga Allah menambah rasa risaumu.”
Setelah mendengar cerita sahabatnya Rasulullah saw bersabda:
 “Sampaikan kabar gembira kepadanya tentang surga yang sedang menunggunya! Dan katakan padanya, bahwa ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah swt mencatat baginya setiap hari pahala tujuh puluh syuhada’.” Kisah ini terdapat dalam kitab Makarimul Akhlaq: 200.
Wassalam
Syamsuri Rifai

Senin, 05 September 2011

TAULADAN PENGUSAHA MUSLIM DI MASA TERBAIK


oleh Yusuf Mansur Network pada 05 September 2011 jam 14:14
Selain dari diri Rasulullah SAW yang terdapat contoh yang sempurna, kita juga bisa belajar dari sahabat-sahabat Beliau dalam membangun kemakmuran Islam yang kita cita-citakan ini.
Salah satu sahabat beliau yang patut kita contoh adalah Abdurrahman bin Auf yang kesuksesannya dalam berbisnis bisa menjadi tauladan bagi seluruh pengusaha muslim saat ini. Dalam hal urusan akhiratpun banyak yang bisa dicontoh dari Abdurrahman ini karena beliau termasuk salah satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
Berikut disarikan prestasi-prestasi Abdurrrahman bin Auf:
  • Abdurrahman bin Auf termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, tercatat beliau orang ke-8 yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar.
  • Beliau termasuk salah satu dari 6 orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab untuk memilih khalifah sesudahnya.
  • Beliau seorang mufti yang dipercaya oleh Rasulullah SAW untuk berfatwa di Madinah padahal Rasulullah SAW masih hidup.
  • Beliau terlibat dalam perang Badar bersama Rasulullah SAW dan menewaskan musush-musuh Allah. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan di sisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada 9 luka parah di tubuhnya dan 20 luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak jari. Perang ini juga menyebabkan luka di kakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.
  • Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya yang senilai 2000 Dinar atau sekitar Rp 2.8 Milyar nilai uang saat ini (saat itu beliau ‘belum kaya’ dan hartanya baru 4000 Dinar atau Rp 5.6 Milyar). Atas shadaqah ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW yang berbunyi “Semoga Allah melimpahkan berkahNya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.” Do’a ini kemudian benar-benar terbukti dengan kesuksesan demi kesuksesan Abdurrahman bin Auf berikutnya.
  • Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang lagi dilanda musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang 200 uqiyah emas sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “Sepertinya Abdurrahman berdosa sama keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”, “Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa?” Tanya Rasulullah. “Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya.
  • Setelah Rasulullah SAW wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mu’minin (para istri Rasulullah SAW).
  • Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 1.4 Milyar uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 56 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta!
  • Beliau juga menyantuni para veteran perang Badar yang masih hidup waktu itu dengan santunan sebesar 400 Dinar/orang (sekitar Rp 560 juta) untuk veteran yang jumlahnya tidak kurang dari 100 orang.
  • Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian 1/8 karena ada anak, lalu 1/8 ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar atau sebesar Rp 3.584 trilyun untuk kurs uang Rupiah saat tulisan ini dibuat!


Bagaimana Abdurrahman bin Auf bisa sangat sukses berdagang dan juga dijamin masuk surga? Berikut adalah yang bisa kita tiru dari beliau:
  • Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari ridhla Allah semata.
  • Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
  • Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di jalan Allah.
  • Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
  • Shadaqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. 1/3 dipinjamkannya pada mereka, 1/3 untuk membayari hutang-hutang mereka, dan 1/3 sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.
  • Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA yang sudah sangat kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Utsman bin Affan berkata, “Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.
Semoga informasi dapat bermanfaat

Minggu, 31 Juli 2011

Diperlihatkannya Tempat Manusia Setelah Wafat


Diperlihatkannya Tempat Manusia Setelah Wafat
Senin, 18 Juli 2011



قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ أَحَدَكُمْ، إِذَا مَاتَ، عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ، بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَيُقَالُ، هَذَا مَقْعَدُكَ، حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW :
“Sungguh setiap dari kalian jika wafat maka ditunjukkan padanya setiap pagi dan sore tempatnya kelak, jika ia penduduk surga maka ia melihat surga dan dikabarkan bahwa ia penduduknya, jika ia penduduk neraka maka ia diperlihatkan neraka, dan dikabarkan padanya bahwa ia penduduknya, dan dikatakan padanya: inilah tempatmu kelak!. demikian hingga kalian dibangkitkan Allah dihari kiamat” (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hadirin – hadirat yang sama sama kita muliakan, para ulama, para habaib, para sesepuh dan saudara saudara saya sekalian. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, dan para pendengar dan yang menyaksikan lewat streaming siaran langsung www.majelisrasulullah.org dimana pun anda berada.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ وَاْلحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الْحَمْدُلِلهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذا َاْلمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ
Limpahan puji ke hadirat Allah Swt Yang Maha Meluhurkan hamba – hamba-Nya menuju gerbang – gerbang keluhuran, menuju dan membimbing hamba menuju kesucian, menuju kemuliaan dunia dan akhirat, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat dengan tuntunan Sang Pembawa Kemuliaan dunia dan akhirat, Sayyidina Muhammad Saw. Tuntunan Ilahi berupa siang dan malam, berupa susah dan senang, berupa kenikmatan dan musibah, berupa kelahiran dan kematian yang kesemuanya merupakan tuntunan Ilahi, perputaran waktu setiap detik dan setiap kejadian adalah pengajaran dan bimbingan Ilahi di dunia agar hamba-Nya menyadari bahwa kehidupan ini kehidupan yang penuh tipuan dan fana, kehidupan yang tidak kekal. Yang lahir akan berubah tidak akan kekal dalam keadaan bayi, akan berubah menjadi dewasa dan yang dewasa tidak akan kekal menjadi dewasa, ia akan menjadi tua renta dan yang tua renta tidak akan abadi dalam keadaannya, ia akan wafat dan adapula yang wafat sebelum dilahirkan. Ada yang wafat, izin Allah untuk tinggal di muka bumi beberapa detik saja, ada yang diizinkan Allah untuk tinggal di bumi-Nya beberapa tahun, ada yang diizinkan Allah tinggal di bumi-Nya puluhan tahun, ada yang diizinkan Allah tinggal di bumi-Nya melebihi seratus tahun, ada yang dilimpahi kehidupan yang lalu kehidupan banyak musibah namun ia mudah kelak di akhirat, ada yang hidupnya didalam keindahan dan kenikmatan namun ia sulit di akhirat. Namun ada hamba – hamba yang terpilih untuk mendapatkan kemudahan dunia dan akhirat. Mereka yang mengikuti tuntunan Sang Pembawa Kebahagiaan dunia dan akhirat, Sayyidina Muhammad Saw. Sebagaimana Allah Swt berfirman
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ; بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ؛ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ؛ وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ؛ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا ؛ وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا ؛ وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ؛ وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ؛ فَأَلْهَمَهَافُجُوْرَهَاوَتَقْوَاهَا ؛ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ؛ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَ سَّاهَا
( الشمس : ١ - .١)
Allah menasehati itu dengan lembut dan indah. Didalam Surat Asy-Syams Allah menyebut
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
( الشمس :١ )
“Demi matahari dan cahaya dhuha” (QS. Asy-Syams : 1)
Kalian lihat matahari itu sudah kita ketahui bukan hanya seperti lampu yang kita lihat tapi ia adalah gumpalan api yang sangat mengerikan penuh dengan gejolak dan ledakan, yang ledakannya mencapai ratusan kilometer daripada dasarnya. Hadirin – hadirat, ledakan api dan gemuruh yang dahsyat itu Allah jadikan jauh dari bumi hingga bisa dinikmati cahaya dhuha. Allah ingin mengingatkan lihat api yang bergejolak yang menggumpal sangat mengerikan Ku-jadikan ia sebagai cahaya pagi yang indah jika dilihat karena Allah. Dibatasi dengan jarak yang sedemikian jauh hingga ia tidak membakar kita dengan ledakan – ledakannya malah menerangi kita. Hadirin – hadirat, dari satu ayat ini sudah merupakan pembuka bagi kita beribu - ribu gerbang untuk mendekat kepada Allah dari indahnya Rabbul ‘Alamin Swt yang memunculkan siang setiap harinya, memunculkan pagi setiap harinya melewati kehidupan kita.
وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا
( الشمس :٢ )
“Dan demi bulan purnama ketika ia telah terang – benderang” (QS. Asy-Syams : 2)
Apa itu bulan purnama? Bulan purnama hanyalah satu planet yang gelap gulita penuh dengan lubang – lubang namun karena pantulan cahaya matahari, ia menjadi terang – benderang dan indah dengan kehendak Allah Swt. Dua ayat ini mengingatkan kepada tipuan dunia, kehidupan dunia adalah permainan dan sandiwara. Suatu gejolak api yang sebenarnya terlihat menjadi matahari yang menerangi tidak menyakiti, sesuatu yang kelihatannya indah bulan purnama hakikatnya hanyalah tempat… bundar yang penuh bolong – bolong yang gelap tidak bercahaya itulah dunia kehidupannya. Kehidupan dunia sebelum barzah dan akhirat.
وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا
( الشمس :٣ )
“Dan demi siang ketika sedang teriknya” (QS. Asy-Syams : 3)
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
( الشمس :٤ )
“Dan demi malam ketika gelap gulita” (QS. Asy-Syams : 4)
Allah Swt Maha Tinggi, Allah ciptakan terang – benderang, teriknya siang. Ada awan yang melindungi agar manusia tidak selalu dalam keadaan panas terik padahal matahari tidak pernah berhenti bercahaya sampai yaumal qiyamah. Dan Allah Swt juga menciptakan untuk kita pepohonan dan juga bebatuan dan juga segala hal yang bisa dirangkai untuk menjadi bangunan yang membuat kita terjaga daripada teriknya matahari. Sedangkan di malam hari, ini maksudnya walaupun keadaan terik, Allah siapkan untuk kita di dunia ini sesuatu yang … supaya kita tidak kena teriknya. Di malam hari saat gelap gulita, Allah tidak haruskan kita gelap gulita walaupun matahari tidak terlihat karena waktunya malam. Allah ciptakan api dari kayu, dari batu api dan lainnya, dari penerang listrik dan juga semua yang berasal dari bumi, Allah Maha Tau bahwa manusia itu di malam hari juga ada yang mau beraktifitas. Disini kita bisa mengambil sebagai ibrah (pelajaran) bahwa disaat kita didalam panas, didalam kenikmatan yang berlimpah jangan lupa berteduh di bawah payung – payung syukur. Jangan tertipu dengan teriknya matahari kemudahan karena barangkali setelah itu akan datang kesulitan, karena tidak ada matahari atau siang hari yang kekal pasti akan datang malam hari. Ketika datang malam hari kegelapan, atau kegelapan musibah yang sedang menghimpit kita, sungguh Allah telah menciptakan pelita do’a untuk menyingkirkan musibah itu dengan segera maka gelapnya musibah berubah menjadi terang – benderang dengan cahaya do’a maka termudahkanlah si gelap akan pergi terusir oleh terang – benderangnya do’a.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian salah satu bentuk dari ibrah (pelajaran) yang muncul dari ayat – ayat luhur, kalimat - kalimat tersuci
وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا
( الشمس :٥ )
“Dan demi langit dan pembangunannya” (QS. Asy-Syams : 5)
Kita lihat orang – orang yang membangun mulai dari membangun gubuk sampai membangun bangunan yang berpuluh tingkat. Sampai bangunan yang berpuluh tingkat itu dengan konstruksi bangunannya, dengan segala bentuknya, ada dengan bahan kaca, dengan bahan besi, dengan bahan timah, dengan bahan tanah, dengan bahan semen, dengan bahan karpet, dengan bahan – bahan lainnya semuanya dirangkai dengan demikian untuk jadi satu bangunan. Bagaimana dengan bangunan langit dan semesta ini? Yang ujungnya belum kelihatan dan belum ditemukan ujung langit pertama. Baru ditemukan galaksi terjauh yang jaraknya 13,1 milyar tahun kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu 300.000 kilometer per detik. Bayangkan jauhnya 13,1 milyar tahun kecepatan cahaya. 13,1 milyar tahun kalikan 365 hari kalikan 24 jam kalikan 60 menit kalikan 60 detik, itulah jauhnya galaksi terjauh yang baru ditemukan sekarang dan belum ujungnya langit pertama. Bagaimana dengan langit kedua, ketiga, keempat? bagaimana dengan arsy, alkursiy, lauhul mahfudh dan segalanya.
وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا
( الشمس :٥ )
“Demi langit dan demi pembangunannya” (QS. Asy-Syams : 5)
Demikianlah hal itu terjadi, dengan ciptaan Rabbul ‘Alamin Tuhanku dan Tuhan kalian, Yang Maha Mengenalkan Nama Nya kepada kita. Al Qarib = Yang Maha Dekat.
Allah Swt berfirman “wa idza saalaka ‘ibadiy anni fainni qarib, ujibbuda’ wa tada’i idza da’ani, Jika hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah Aku dekat, jika hamba-Ku bertanya tentang Aku katakanlah Aku dekat, Aku menjawab setiap yang menyeru-Ku. Jawaban Allah itu dengan anugerah dan pemberian yang tidak kita ketahui. Kita berdo’a dan berdo’a, tidak tau berapa banyak pemberian yang diberikan Allah sebelum kita meminta kepada Allah, lepas dari apa yang kita minta. Maksudnya selain dari yang kita minta, sudah Allah berikan anugerah yang sangat besar lain daripada yang kita minta, bisa terkabul bisa tidak, kalau tidak bisa jadi tidak, salah satu dari tidak yaitu bisa. Tidak dikabul tetapi salah satu daripada musibah yang akan datang padanya dihapus oleh Allah. Kedua: Allah jadikan penghapusan dosa. Ketiga: Allah tunaikan di akhirat. Nanti di akhirat dikumpulkan orang – orang, semua orang harus membayar hutangnya. Satu sama lain membayar hutangnya dan Allah juga membayar hutangnya. Hutang Allah kepada siapa? kepada yang berdo’a yang belum Allah kabulkan di dunia.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا
( الشمس :٦ )
“Dan demi bumi dan hamparannya” (QS. Asy-Syams : 6)
Tidak bisa kita bayangkan setiap detik orang hidup dan wafat. Setiap detik ada kelahiran, setiap detik ada yang wafat, setiap detik ada tangisan gembira karena menerima kelahiran dan setiap detik ada tangisan sedih karena kematian. Hadirin – hadirat, demikian kehidupan dunia.
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
( الشمس :٧ )
“Dan demi manusia dan penciptaannya” (QS. Asy-Syams : 7)
Penciptaan manusia ini, kehidupan di dunia kemudian wafat menuju alam barzah menanti kehidupan yang kekal, menanti kebahagiaan yang kekal bagi yang layak mendapatkannya dan yang telah diizinkan oleh Allah Swt untuk mendapatkannya dan yang tidak mendapatkannya maka mereka dalam kerugian besar. Beruntunglah kita yang berkumpul dalam perkumpulan luhur ini. Inilah perkumpulan dimana Allah membawa banyak nama – nama hamba-Nya dari kehinaan menuju keluhuran, dari keluhuran menuju keluhuran yang lebih lagi. Semoga Allah jadikan kita semua hamba – hamba yang diridhoi-Nya, dilimpahi Rahmat dan Kebahagiaan di dunia dan di akhirat, amin.
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
( الشمس :٩ )
“Sungguh beruntung orang – orang yang mensucikan dirinya” (QS. Asy-Syams : 9)
dengan sholat, dengan puasa ramadhan, dengan dzikir, dengan do’a, dengan sholawat, dengan sodaqah, dengan zakat, dengan haji, dengan umroh, bermacam – macam ibadah.
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَ سَّاهَا
( الشمس :.١ )
“Dan sungguh merugi mereka – mereka yang mengotorinya” (QS. Asy-Syams : 10)
dengan dosa, dengan mengumpat, dengan mencaci, dengan perbuatan – perbuatan munkar lainnya. Merugi, kenapa? Karena nafasnya terbatas. dia tidak ingin kekal di dunia, dia tidak tau kapan ia lahir dan bukan jaminannya dan ia tidak tau kapan akan wafat.
wamaa tadri nafsun madza taksibu ghada, wamaa tadri nafsun bi ayyi ardhin tamuut (QS Lukman 34) manusia tidak tahu apa yang akan ia lakukan dan yang akan terjadi padanya esok, apakah masih hidup atau sudah wafat? Dan manusia juga tidak tau apa dan dimana dan dalam keadaan apa ia wafat, apakah wafat saat dalam kelahiran, apakah wafat di rumah sakit, apakah wafat di rumah, wafat di laut, wafat di jalan, manusia tahu ada Yang Maha Tahu yang sedang melihatmu setiap detik dalam kita berbuat pahala dan dosa ada Yang Maha Melihat dan Tahu apakah kita wafat di tempat itu, dalam usia sekian, dan Allah Maha Melihat hamba – hamba-Ku hadir di majelis dzikir maka ia berhak mendapatkan pengampunan-Ku, amin.
Hadirin, seraya berfirman “wa man araada tsawaabuddunya fa indallah tsawaabuddunya wal akhirah” (QS Annisa 134). barangsiapa yang menginginkan keuntungan dunia, Allah menawarkan padanya keuntungan dunia dan akhirat.
Karena Allah memiliki dunia dan akhirat. Rugi orang yang cuma mau dunia saja karena Allah punya akhirat juga. barangsiapa yang menghendaki pahala atau balasan di dunia, ketahui Allah punya balasan dunia dan akhirat tsawabuddunya wal akhirah.. Allah bisa beri kemuliaan dunia, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Hadirin – hadirat, demikian Allah mengenalkan dan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada kita bahwa dunia dan akhirat adalah milik-Nya. Dekatlah pada-Nya dan Ia Memberi, namun jika Allah Swt belum memberikan sesuatu apa yang kita inginkan
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Barangkali kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian, barangkali kalian menyukai sesuatu tapi itu buruk bagi kalian. Allah Maha Tahu dan kalian tidak mengentahui (QS Al Baqarah 216) .
Hadirin – hadirat, Allah berfirman
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Allah itu menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan atas kalian (QS Al Baqarah 185).
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi pada kita. Hamba ini kalau dilimpahi segini akan begini, kalau dilimpahi segini akan begini, kalau dilimpahi segini akan begini, kalau usianya sekian akan begini, kalau usia sekian nanti akan berubah keadaannya maka Allah Maha Tahu itu dan Allah Maha Mengaturnya dan memberi kesempatan kepada kita agar membenahi diri agar terbenahi takdir kita.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka Allah Swt memberikan jalan, mereka yang mau makin baik, akan Allah akan rubah keadaannya semakin baik. Sebagaimana firman-Nya
فَأَمَّامَنْ أَعْطَىٰ وَا تَّقَىٰ ؛ وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ ؛ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ ؛ وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ ؛ وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
الليل : ٥-.١
(QS. Al Lail : 5 -10)
Menunjukkan bahwa perubahan kehidupan bisa terjadi dengan amal kita. Berarti manusia ikut menentukan, bukan! Allah yang menentukan apa takdir kita tapi kalian beramal lah, dengan amal kalian Allah bisa lupakan itu dengan kehendak-Nya. Barangsiapa yang memberi atau bertaqwa, beramal sholeh, ibadah sholat, ibadah puasa, ibadah ramadhan dan lain sebagainya,
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ
(الليل : ٦)
“dan ia mendengarkan apa – apa yang baik, mengikuti kebaikan” (QS. Al Lail : 6)
Alhamdulillah, hadir di majelis dzikir, hadir di majelis sana, hadir di majelis sini, ikut dzikir, ikut sholawat, ikut mendengarkan penyampaian – penyampaian, ada yang dari hadits – hadits Nabi, ada yang dari ayat – ayat alqur’an,
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ
(الليل : ٧)
“akan Ku-beri kemudahan yang lebih didalam kemudahan” (QS. Al Lail : 7)
Sebaliknya
وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ
(الليل : ٨)
“barangsiapa yang kikir, kikir dengan harta, kikir dengan nasehat, kikir dengan ibadah, malas untuk ibadah, kikir terhadap diri kita untuk ibadah” (QS. Al Lail : 8)
wa staghna..aku tidak butuh dengan Allah.
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
(الليل : ٩)
“dan mendustakan hal – hal yang baik” (QS. Al Lail : 9)
Ngapain majelis ta’lim? nggak ada gunanya, ngapain ikut sholat tarawih? nggak ada gunanya, ngapain ikut – ikut do’a malam nisfu sya’ban? nggak ada gunanya.
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
(الليل : .١ )
“Ku-mudahkan jalan mereka untuk kesulitan” (QS. Al Lail : 10)
Na’udzubillah! makin mudah menuju kesulitan.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kita pilih jalan yang menuntun kita supaya makin dimudahkan menuju kemudahan yaitu jalan – jalan kebahagiaan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Saw. Rabbiy tuntunkan kami ke dalam kemudahan ,amin.
Sampailah kita hadits ini, dimana Rasul Saw bersabda “sesungguhnya diantara kalian itu (maksudnya kalian ini semua kalau wafat) ditunjukkan tempatnya setiap pagi dan sore, kalau dia penduduk surga ditunjukkan tempatnya (nanti di surga) kalau dia neraka ditunjukkan tempatnya di neraka”. Sekarang sudah ada percontohannya, kalau zaman dulu orang masih agak bingung. Kalau sekarang sudah ada percontohannya di televisi, kira – kira begitu. Pagi ia diperlihatkan surga, siang surga diperlihatkan lagi, lalu sore sorga diperlihatkan, siang surga lagi diperlihatkan, memang ahli surga tapi ahli neraka, siang neraka yang ia lihat, sore neraka lagi diperlihatkan, pagi sore pagi sore sampai hari kebangkitan.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Allah Swt berfirman 25.23 assyaithon..idza fakhsya wallah… sungguh Allah Swt berfirman syaithan itu mendorong kalian kepada kemiskinan. Miskin dhohir dan miskin bathin, kalau tidak keduanya. Bisa dia kaya raya tapi bathinnya miskin, makin takut dengan kayanya, makin kikir, makin jahat, makin licik, makin dijatuhkan semua teman – temannya, makin jauh dari Allah, makin jauh dari majelis dzikir. Ada yang digoda oleh syaithan untuk terjebak pada kemiskinan secara dhohirnya. Hadirin – hadirat, ini saya mengingatkan, kita kan banyak yang pedagang, diantara kita ada yang pelajar, pedagang, yang diluar lebih banyak kelihatannya. Coba dijaga hal – hal yang halal dalam usaha. Ini kabar yang sampai pada kita, tukang gorengan plastiknya ikut dimasukkan ke dalam minyak goreng supaya plastik mencair dan gorengannya lebih lama keringnya. Lebih lama keringnya, kalau gorengan minyak lain 1 jam atau ½ jam sudah lembek, kalau gorengan yang pakai plastik dimasukkan ke dalam minyaknya berjam – jam tetap kering. Cepat laku, tetapi menyebabkan kanker yang membahayakan bagi yang memakannya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Hal – hal seperti ini layak dijauhi dan dihindari, itu makin hari bukan makin luas tapi lihat makin hari akan makin susah. Akhirnya usahanya nggak maju nanti ada aja masalahnya, entah dicuri orang, entah lain sebagainya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Saya beri contoh mulia, salah seorang pedagang siomay disini, mungkin kalian sudah kenal “siomay qobul”. Dimana – mana majelis tiap malam hadir. Hari ini wafat, saudara kita yang kita cintai itu. Walaupun ia mungkin hampir tidak pernah masuk ke masjid untuk hadir majelis, tapi ia selalu dagang siomay di majelis kita. Dan kalau sudah mahal qiyam, ia berhenti berdagang untuk menghargai mahalul qiyam, marhaban untuk Nabi Muhammad Saw. Selesai acara kalau seandainya masih tersisa siomaynya, crew dipanggil “habisin..habisin..gratis semuanya” itu tukang siomay qobul terkenal, saya juga sering langganan. Wafat hari ini dalam keadaan yang sedemikian mulianya, usia masih 30 tahun, tidak pernah meninggalkan majelis, selalu berada di majelis dagang siomay qobul. sesudah selesai orang majelis baru dibuka dagangannya “qobul..qobul..”, katanya. Hadirin, wafatnya hari ini senin waktu dhuha tepat dengan saat wafatnya Sayyidina Muhammad Saw. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, orang yang berdagang halal, malamnya selalu hadir majelis ta’lim, rumahnya dimana? babelan, bekasi. Dagangnya tiap hari di Majelis Rasulullah Saw. Dan tidaklah majelis selesai dan jika masih ada sisa dari dagangannya maka ia membagi bagikan pada para crew dg gratis saja. lihat Anugerah yang Allah berikan untuknya, wafat dalam husnul khotimah, amin. Tepat disaat wafatnya Nabi Muhammad Saw yang sangat didambakan oleh para Sahabat.
Kita lihat bagaimana Sayyidina Abu Bakar Asshidiq radhiyallahu anhum, ketika hari senin pagi subuh sudah sakit, riwayat Shahih Bukhari. Tanya kepada putrinya Aisyah, “wahai putriku Rasul Saw itu wafat hari apa?”, “senin”, berkata Sayyidatuna Aisyah radhiyallahu anha. “sekarang hari apa?”, “hari senin”, “berarti aku berharap tidak lama lagi”, betul saja sore harinya wafat Sayyidina Abu Bakar Asshidiq radhiyallahu anhum. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, dan Sayyidina Abu Bakar Asshidiq bertanya “wahai putriku kain kafan kain putih ada berapa?”, “ada 3 cuma yang 1 kotor bekas kena kunyit, beli saja 1 lagi nanti kita beli kalau seandainya ayahku tenang”, maka berkata Sayyidina Abu Bakar Asshidiq yang hidup lebih berhak dengan kain yang baru daripada yang akan mati, cuci saja itu yang bekas kunyit. Untuk wafatku cukup 3 kain kafan. Hadirin – hadirat, mau dagang siomay, mau usaha tertinggi, tetap yang ia bawa 3 helai kain kafannya dan amal pahala dan dosanya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Semoga kita semua wafat dalam husnul khotimah, panjang umur dalam afiah dan rahmat, amin allahumma amin.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Ada satu hal yang perlu saya sampaikan, tentang pertanyaan 2 kulah. Sering ditanyakan masalah 2 kulah. Air 2 kulah itu sebanyak mana sih? Air 2 kulah ini bingung orang dikira satu kolam besar airnya, jadi kalau masjid – masjid zaman dulu kan kolamnya besar, untuk wudhu rame – rame, dikira itu 2 kulah, bukan itu. 2 kulah itu 60cm panjang x lebar x tinggi. Jadi bak – bak kita dirumah itu rata – rata sudah memenuhi persyaratan 2 kulah, kecuali kalau baknya kecilan kurang dari 60cm panjang x lebar x tinggi. Hadirin – hadirat, jadi untuk mereka kalau wudhu dan mandi janabah, nggak usah bingung was – was kalau sudah 60cm panjang x lebar x tinggi diperkirakan. Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Di satu kejadian demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad Saw. Di satu kejadian Imam Syafi’I jalan bersama Imam Hanbali, guru dan murid jalan berdua. Dalam perjalanan itu mereka berjumpa dengan seorang sholeh yang terkenal yaitu Syaiban arra’iy, shalihin dari kaum yg diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, orang yang sangat sholeh. Imam Ahmad bin Hambal berkata “wahai guru, kita silaturahmi pada Syekh Syaiban arra’iy ”, “boleh, cukup silaturahmi dan minta do’a, wahai muridku”, “boleh bertanya padanya, wahai guru?”, “jangan bertanya, jangan nanya orang yang seperti ini”, “kenapa?”, “kau sendiri nanti tahu akibatnya kalau bertanya, cukup minta do’a”. tapi Imam Ahmad bin Hanbal berangkat juga dan bersama Imam Syafi’i mendekat “Assalamu’alaikum”, “Wa alaikumsalam Warahmatullahi wabarokatuh”, “Syekh Syaiban, kami kemari minta do’a”, “sama – sama kita do’akan”, lalu Imam Hanbali melirik gurunya, Imam Syafi’i sudah lirik – lirikan, maksudnya mau apa? maka Imam Hanbali berkata “wahai Syekh Syaiban, kami sering mendengar namamu masyhur, tapi kami ingin tahu bagaimana hukum (maksudnya Imam Hanbali, ini orang apakah cuma sholeh doang ataukah ada ilmunya). “Bagaimana hukumnya kalau kau izinkan kami bertanya tentang hukum?”, “silahkan”, Syekh Syaiban menjawab, maka berkata imam hambali :“bagaimana hukumnya kalau orang lupa tahiyyat awal didalam sholat?”, maka berkata Syekh Syaiban “kau ingin jawaban atas madzhabmu atau madzhabku?”, berkata Imam Hanbali “apakah kau tahu madzhab aku juga?”, “coba kalau madzhabku dulu bagaimana? Kalau madzhabmu, harus sujud sahwi, sama dengan madzhab syafi’i, lalu berkata imam hambali : “kalau madzhab kamu?”, “madzhab saya orang yg lupa dalam shalat mesti puasa satu tahun!”, “kenapa?”, “lupa dengan sholat, setahun puasa..!, maka imam hambali tercenung..
Imam Syafi’i berkata “sudah kukatakan padamu jangan kau tanya, cukup minta do’a saja, kau malah bertanya, kau sendiri yang bertanya kau sendiri yang bingung”.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Hari ini adalah halaqah yang khatam, halaqatur rasul, nanti kita baca bersama – sama. Halaqah nomor 323 khatam, semoga dilimpahi Rahmat Allah Swt, siapa orangnya? Muhammad Nur dan temannya, semoga dalam rahmat dan keberkahan. Halaqah ini sudah khatam. Mana ni yang lainnya?, halaqahnya makin banyak makin banyak nggak ada yang khatam malah makin mundur ngajinya bukan makin maju kah? (dg nada canda).
Hadirin – hadirat, AlHabib Mushtofa AlMuhdar alaihi rahmatullah, ketika mendengar Robi’atul Adawiyah, ini wali wanita yang sholehah. Ia sudah menggali lubang kuburnya dan ia tiap hari mengaji didalam lubang kuburnya mengkhatamkan sampai 7000x alqur’an didalam lubang kuburnya, Robi’ah Adawiyah wanita sholehah. Habib Mushtofa Al Muhdhar berkata sejak baca cerita hikayat itu, nggak mau kalah, ia juga membaca sampai mengkhatamkan 8000 khatam alqur’an didalam lubang kuburnya sebelum wafatnya. Ketika ditanya “kau sampai 8000 wahai AlHabib Mushtofa Al Muhdhar?, beliau menjawab, bagaimana aku mau kalah dg wanita, kalau wanita saja bisa 7000X maka aku mesti lebih, maka kukhatamkan 8000X
Hadirin, kita gimana? yang akan di makam kita, di diri kita, di rumah kita, entah apa yang kita perbuat? Hadirin, terangi hari – hari kami dengan cahaya Allah Swt, semoga Allah Swt menerangi hari – hari kalian, semoga Allah menjaga hari – hari kita dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Katakanlah bersama – sama……..
يَا اللهْ يَا اَللهْ يَا اللهْ
Satu – persatu kami mendengar wafatnya orang – orang yang kami kenal, akan datang waktunya kami pun akan menyusul, dalam keadaan apa kami wafat wahai Allah? Kau Yang Maha Mengetahui, pastikan dalam husnul khotimah. Seluruh wajah ini, seluruh kami yang hadir pastikan tidak melihat api neraka, jika datang waktunya hari kiamat maka dimunculkan neraka bagi yang melihatnya, pastikan kami tidak melihatnya wahai Allah, pastikan kami melihat-Mu saja Wahai Yang Maha Indah, jangan Kau jadikan kami buta dari melihat-Mu dan memandang kepada neraka-Mu, tapi jadikan kami tidak melihat neraka dan memandang sorga dan memandang keindahan Dzat-Mu. Beri kami kemudahan, beri kami penyelesaian diantara hadirin – hadirat ada yang terjebak hutang, selesaikan seluruh hutangnya dalam waktu dekat, ada yang terjebak masalah dan kesulitan, selesaikan kesulitan dan masalahnya dalam waktu dekat, ada yang bermasalah pada keluarganya, dalam rumah tangganya, selesaikan masalahnya dalam waktu yang segera, yang sekolah berikan kesuksesan dalam sekolahnya, yang dalam pekerjaan berikan kesuksesan dalam pekerjaannya, yang dalam perdagangan limpahi keberkahan dalam perdagangannya dan jauhkan dari hal – hal yang haram.
Bimbing kami pada keluhuran dunia dan akhirat, bimbing kami pada jalan kebahagiaan dunia dan akhirat, tunjukkan kami ke jalan yang terang dan lurus, jalan hamba – hamba yang dilimpahi kenikmatan dunia dan akhirat bukan jalan hamba – hamba yang sesat,
يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ
Amankan wilayah kami, kota kami, bangsa kami, masyarakat kami, mulai gubernur tertinggi sampai masyarakat terendah limpahi hidayah kemuliaan terluhur, keberkahan, kemudahan ke seluruh muslimin barat dan timur
يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ.. لَاإِلهَ إِلَّا الله
Selanjutnya kita baca qasidah mengingatkan indahnya Nabi kita Muhammad Saw, Muhammadun. Kemudian ditutup kalimat talqin dipimpin oleh AlHabib Hud bin Muhammad Bagir Al Athas.

Selasa, 21 Juni 2011

Kematian.....

DIMANA PUN ...

oleh Yusuf Mansur Network pada 20 Juni 2011 jam 18:56
kamu sukai atau tidak
Kemanapun kamu melangkah
Sejauh apapun langkahmu
Ke luar negeri manapun
Di sanapun ada kuburannya
Di sinipun ada kuburannya
Kematian bisa bertemu dimanapun
Pada saat apapun
Baik kedaan sedang suka atau kedaan duka
Baik sedang kaya atau miskin
Baik yang tua ataupun yang muda
Baik yang di luar negeri ataupun yang didalam negeri
Baik yang ada di tanah kelahirannya ataupun di luar tanah kelahirannya
Kematianmu atau kuburanmu akan siap sedia
Bahkan ketidak tahuanmu akan kematianmu di mana dan kapan
Bagi kuburan tak peduli
Bagi kematian tak perlu waktu
Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja pada siapa saja

Kuburanmu ada di sana
Kematianmu ada di sini
Kematian dan kuburanmu ada bersamamu
Batasnya sangat tipis
Setipis rambut dibelah tujuh
Bila roh telah meninggalkanmu
Itulah kematianmu
Penyebabnya bisa macam-macam
Tapi kematianmu satu

Bila roh yang bersamamu diambil oleh yang punya
Matilah kamu saat itu juga
Tanpa kompromi
Tanpa pengumuman
Tanpa tanda-tanda
Kematian itu datang tiba-tiba
Datang padamu kapan dia mau
Tak peduli kamu lagi menyusun skripsi
Tak peduli kamu belum menikah
Tak peduli kamu mau menikah
Tak peduli kamu sedang menikah
Tak peduli kamu sudah menikah
Tak peduli kamu punya anak atau tidak
Tak peduli kamu punya cita-cita atau tidak

Kematian akan datang juga
Kematian dan kuburanmu tidak jauh-jauh
Kematian dan kuburanmu dekat-dekat saja
Kematian dan kuburanmu hanya tinggal menunggu waktu
Kematianmu dan kuburanmu adalah sahabat dekatmu



Dia jauh tapi dekat
Dia dekat tapi tak terduga
Dia terduga tapi tak diketahui
Dia diketahui tapi tak bisa dijamah
Dia bisa di jamah tapi malaikat maut tiba !

Dan kuburan ada di mana mana
Ada di sana ada juga di sini
Dan kematianmu ada di mana mana
Ada di sana ada juga di sini
Keduanya dekat saja
Hanya tinggal menunggu waktu

Coba lihat di kuburan sana
Orang-orang yang terdekat denganmu sudah ada di sana
Mungkin teman atau sahabatmu yang paling setia
Mungkin orang yang kau cintai atau justru orang yang kau benci

Mendatangi kuburan
Atau dzikrul maut
Adalah penasehat yang paling baik
Malaikat maut
Tanpa bicara dia berkata
Tanpa mata dia melihat
Tanpa telinga dia mendengar
Tanpa tangan dia mencabut nyawamu
Dia datang semaunya dia
Bukan maunya kamu
Kedatangannya mungkin tak dikehendaki
Mungkin malaikat maut adalah satu-satunya tamu manusia
Yang kalau bisa
Ditolak oleh seluruh manusia
Jangan datang ke sini
Jangan datang ke sana
Jangan ambil nyawaku
Jangan ambil nyawa kami
Itu teriakan manusia menghadapi sang maut !

Namun di tolak atau diterima
Malaikat maut datang juga
Roh akan diambil olehNya
Dengan suka rela atau di paksa
Lalu manusia akan masuk ke kuburan
Di sana atau di sini
Sama saja
Jasad saat mati tak peduli itu
Jasad yang mati tak bisa apa-apa
Terserah yang hidup
Menurut kepercayaan masing-masing
Dikubur atau di bakar
Namun roh sudah kembali
Pada yang punya
Dia adanya

Sedang jasad urusan yang hidup
Jasad akan di kubur
Mengapa kuburan ?
Kuburan bukan di tanah, di air atau di udara
Kuburan adalah alam antara dunia dan akherat
Karena kuburan adalah rumah keabadian
Mungkin kuburan adalah rumah manusia yang paling di tolak
Kuburan adalah rumah kontrakan tanpa bayaran
Namun banyak manusia yang tak mau menerimanya

Lihat di kuburan sana
Kau temukan para raja dan kepala negara
Kau temukan para pejabat yang dulunya mungkin angkuh
Kau temukan wanita-wanita secantik bidadari
Kau temukan orang yang dulunya bermandi uang
Kau temukan para selibritis yang dulunya di idolakan
Kini mereka sudah tiada
Mereka semua terbujur kaku
Yang mungkin tersisa hanya tulang belulang
Tak ada lagi kejayaan dan kemawahan
Tak ada lagi kedudukan dan jabatan
Tak ada lagi kemegahan dan kekayaan
Tak ada lagi tawa dan nyanyi
Tak ada lagi pesta pora
Kini semuanya terbujur kaku
Diam membisu !

Lihat di kuburan sana
Banyak ilmu yang kau akan dapat
Banyak hikmah yang kau raih
Banyak makna yang tersembunyi dapat kau gali
Banyak pelajaran di dalamnya

Bicara kuburan dan kematian
Bukan ingin mati besok pagi
Bukan ingin membunuh perasaan suka dan gembira
Bukan ingin memendam karya dan cinta
Namun persiapan diri itu perlu
Karena sang kematian datang dengan tiba-tiba
Ada yang sakit lebih dahulu
Ada yang sedang sehat-sehatnya
Tak ada yang bisa menentukan
Malaikat datang semaunya dia
Tak ada aturan dan UU buatan manusia yang bisa mengaturnya

Lihat di kuburan sana
Bukan untuk ditakuti
Bukan untuk dihindari
Bukan untuk membunuh harapan dan cita-cita
Namun
Persiapan itu perlu
Karena dia datang bisa kapan saja
Pada siapa saja
Dan di mana saja
Tiba-tiba !

Tiba-tiba saja malaikat maut datang menjemput
Tiba-tiba saja roh melayang
Tiba-tiba saja napas berhenti
Tiba tiba saja mati

Namun cita-cita tak boleh berhenti
Namun harapan tak boleh mati
Namun semangat tak boleh nanti
Namun cinta tak boleh mati
Namun seandainya kau mati besok pagi
Tetaplah menanam pohon kebaikan saat ini juga !

Melihat kuburan
Dan bicara kematian
Bukan untuk pesimis dalam menghadapi hidup
Justru berpikir positif dan optimis
Bahwa kamu masih hidup
Apapun kondisimu saat ini
Berarti pintu harapan masih terbuka
Pintu cita cita-cita terbuka lebar-lebar
Jika berdosa pintu tobat masih sangat luas
Jangan sampai dia segera datang
Jangan tunggu pintu rumahmu di ketok olehnya
Jangan tunggu sampai saat napasmu mulai terputus-putus
Jangan tunggu penyakit menyerangmu
Segera !
Jangan di tunda tunda
Karena sang maut bisa datang tiba-tiba
Dan tiba tiba keranda menjadi kendaraanmu
Menganti semua kendaraan mewahmu
Menggantikan mobilmu yang manapun
Menuju kuburanmu

Di kuburan
Semua orang yang mencintaimu
Akan meninggalkanmu
Sendirian
Mengahadapi
Munkar
Nakir !

Jika saat ini napas masih menyapamu
Jika kamu masih berjiarah ke kuburan
Jika masih bisa mengantar orang ke kuburan
Jika kamu masih bicara tentang kematian
Bukankah itu tanda bahwa kamu masih hidup
Bersyukurlah !

Orang yang mati tidak bisa lagi ke kuburan
Orang yang mati tidak bisa lagi bicara kematian
Orang yang mati tidak bisa lagi bertobat
Orang yang mati tidak bisa lagi punya harapan dan cita-cita
Orang yang sudah mati tidak bisa lagi beramal kebajikan
Nah bukankah kamu masih hidup
Bertobatlah
Beramalah
Bersyukurlah !

Bersyukurlah kepadaNya
Yang masih memberikan kehidupan
Sampai detik ini
Sementara banyak orang yang sudah tiada
Terkubur di alam baqa
Tinggal menungggu karma
Bahagia atau celaka
Di surga atau neraka !

Minggu, 19 Juni 2011

Kebaikan Di Hari Kiamat Bagi Para Penyeru Adzan

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Friday, 10 June 2011

Senin, 06 Juni 2011


أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الْغَنَمَ وَالْبَادِيَةَ فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ أَوْ بَادِيَتِكَ فَأَذَّنْتَ بِالصَّلَاةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ فَإِنَّهُ لَا يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
(صحيح البخاري)
Berkata Abu Sa’id Alkhudriy ra :
“sungguh aku melihatmu (wahai Ayah dari Abu sha’sha;ah) suka menggembala kambing dan melewati gurun pedalaman, maka jika engkau sedang bersama gembalaanmu atau dipedalamanmu, maka (masuk waktu shalat) engkau adzan untuk shalat, keraskanlah suaramu dalam seruanmu, maka sungguh tiadalah yg mendengar suaramu ketika adzanmu dari jin, manusia dan segala sesuatu, kecuali akan bersaksi untuk penyeru (orang yg adzan itu) itu dg kebaikan di hari kiamat”, berkata abu sa’id alkhudriy kudengar ini dari Rasulullah saw. (Shahih Bukhari)

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang telah menerangi kita dengan cahaya, cahaya kehidupan, cahaya kebahagiaan, cahaya keluhuran, cahaya kesucian, cahaya kemuliaan Allah, cahaya keluhuran Allah, hingga mengundang kita untuk sampai ke majelis ini, hadir di dalam istana keridhaan Allah subhanahu wata’ala sebagai tamu kasih sayang-Nya, Yang telah mengundang kita dengan kehendak-Nya untuk hadir dan memberikan taufiq kepada kita untuk sampai ke tempat ini. Allah subhanahu wata’la, Yang telah menyampaikan kepada sang Nabi sehingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :
مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ
“Barangsiapa yang kakinya berdebu di jalan Allah, niscaya Allah akan haramkan baginya api neraka”.
Kaki yang berdebu ketika dilangkahkan dalam perjalanan karena Allah, maka Allah memerintahkan kepada api neraka untuk tidak menyentuhnya. Jikalau hanya karena kaki yang berdebu saja telah Allah haramkan api neraka menyentuh mereka yang melangkah ke jalan Allah, maka terlebih lagi jiwa yang disentuhkan oleh Allah dengan iman, dengan kalimat Laa ilaaha illallah Muhammadun Rasulullah. Hadits yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :
 فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قاَلَ لَا إِلهَ إِلَّا الله يَبْتَغِيْ بِذَلِكَ وَجْهَ اللهِ
“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illa Allah, karena mencari ridha Allah dengan (perkataan) nya.”
Semoga Allah subhanahu wata’ala haramkan kita semua dari api neraka, amin. Maha Suci Allah Yang telah menciptakan kerajaan alam semesta dari tiada, Maha Suci Allah subhanahu wata’ala Yang telah menciptakan kita dari tiada, Yang Maha berjasa kepada kita, Maha Dekat dan Maha menciptakan kita dengan sempurna, Yang telah berfirman :
إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ، وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ، وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ، عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ، يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيم، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ
( الإنفطار : 1- 6 )
“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan menjadikan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya, wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”. ( QS. Al Infithar : 1-7 )
Allah subhanahu wata’ala Yang telah menciptakan kita dari tiada, sejenak kita renungkan dengan logika seandainya tubuh kita ini hanya berupa sebuah mesin yang bergerak, bukankah setiap kali gerakan itu membutuhkan listrik atau kekuatan daya, dan anggaplah listriknya itu adalah darah, dan darah itu dipompa oleh jantung, dan setiap sendi-sendi yang telah disabdakan oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam banyaknya adalah 360 sendi di tubuh manusia, bergerak setiap satu sendi dengan sendi yang lainnya, dan untuk bergerak itu pun membutuhkan minyak pelumas dan hal itupun telah disiapkan di dalam tubuh kita. Dan anggaplah tulang kita ini adalah besi, dan umpamakan darah itu adalah listriknya, dan tubuh ini adalah mesinnya, maka ketika satu kali gerakan itu bagaimana segala perintah dan instruksi yang dilakukan dalam satu konstruksi mesin itu yang telah dipicu oleh jantung yang merupakan turbin atau pompa atau pembangkit tenaga listrik, yang seandainya tubuh kita ini merupakan sebuah mesin. Dan siapakah yang telah memberikan mesin sempurna itu kepada kita ? tanpa kita meminta kepada Allah subhanahu wata’ala namun Allah telah memberinya. Maka gunakanlah mesin sempurna itu, yang tumbuh dari sel hingga lahir kemudian tumbuh dewasa, Allah persilahkan untuk makan dan minum, bercocok tanam dengan apa-apa yang mereka inginkan dari tanah yang telah disediakan oleh Allah, dan Allah sediakan angin, ada hujan, ada daratan, ada lautan, ada hewan yang di lautan, ada hewan yang di daratan dan ada pula hewan yang di udara, semuanya telah Allah siapkan. Namun di saat manusia berhadapan dengan Allah kelak di hari kiamat, Allah tanyakan kepada mereka dengan firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ، الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ
( الإنفطار : 6- 7 )
“wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang”. ( QS. Al Infithar : 6-7 )
Allah Yang telah menciptakanmu dari tiada dengan tubuh yang sempurna, seperti konstruksi mesin sempurna yang kita sebut tadi, ada juga manusia yang Allah ciptakan dalam keadaan cacat namun tidak Allah jadikan ia cacat kecuali Allah jadikan baginya tambahan pahala. Sebagaimana dalam riwayat Shahih Al Bukhari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa seorang yang dibutakan oleh Allah kemudian ia bersabar, maka Allah berfirman untuk membangunkan baginya istana di surga. Sungguh kekurangan-kekurangan (cacat fisik) yang muncul dalam kehidupan akan dibalas oleh Allah subhanahu wata’ala dengan limpahan kebaikan dalam kehidupan yang kekal. Maka dalam ayat tadi Allah bertanya kepada manusia dalam firman-Nya ; “Mengapa engkau meninggalkan Tuhanmu Yang Maha Pemurah ?” tiada yang lebih dekat kepada kita selain Allah subhanahu wata’ala, Yang paling berjasa kepada kita hanyalah Allah subhanahu wata’ala. Oleh sebab itu kita telah mendengar doa sayyidina Adam AS :
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
( الأعراف : 23 )
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS. Al A’raf : 23 )
Bagaimana kebijaksanaan Ilahi ,, Dialah Yang Maha Dekat yang menjawab doa semua hamba-hamba-Nya, menjawab bukan dengan suara namun dengan anugerah dan pahala, dan diberikan ketenangan dan kebahagiaan yang kekal. Dan Allah berfirman tentang orang-orang yang abadi dalam api neraka, mereka adalah sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala :
بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
( الأنعام : 28 )
“Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya [466]. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta”. ( QS. Al An’am : 28 )
Mereka yang kekal dalam api neraka adalah orang-orang yang jika dikembalikan ke muka bumi pastilah mereka akan kembali berbuat jahat lagi, dan yang selain mereka tidaklah akan kekal di dalam neraka, mereka tidak akan mau bertobat namun kembali lagi berbuat kezhaliman di muka bumi. Maka fahamilah Tuhan kita adalah Maha Pemurah yang menciptakan kita dari tiada.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits luhur ini, hadits riwayat dari Abu Sha’sha’a yang meriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri yang berkata kepadanya : “ Aku mendapatimu sering keluar ke padang bersama gembalaan, dan jauh dari kumpulan manusia, maka jika kau dalam keadaan sendiri seperti itu janganlah engkau tinggalkan adzan, dan keraskanlah suaramu sekeras-kerasnya ketika engkau adzan karena segala sesuatu yang ada disekitarmu akan bersaksi terhadap adzanmu dengan kebaikan kelak di hari kiamat”. Hal ini memberikan kejelasan kepada kita akan indahnya seruan-seruan pada kebaikan, seruan itu didengar oleh alam dan akan bersaksi kelak di hari kiamat. Maka menyerulah pada kebaikan terutama kepada diri kita, kemudian kepada keluarga, teman dan semua masyarakat di wilayah kita. Alhamdulillah dengan seruan-seruan Allah subhanahu wata’ala, semoga semakin luas dakwah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Alhamdulillah kita merasa gembira karena tahun ini semakin indah dari tahun yang lalu, dan semoga tahun depan juga semakin indah dari tahun ini, amin. Tahun ini kota kita Jakarta akan merayakan ulang tahun yang ke-484, dan selama ini belum pernah dirayakan dengan dzikir dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kota Jakarta yang hampir mencapai usia 500 tahun ini akan berulang tahun dengan dzikir, doa dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semoga Jakarta ini menjadi kota yang penuh keberkahan, semoga semakin kedepan Jakarta semakin agung dan luhur, dan harapan kita sebelum mencapai usia 500 tahun telah dipenuhi kemakmuran dan kebahagiaan, amin.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Dalam kehadiran kita di malam hari ini kita memahami bahwa kita berada di bulan yang luhur dan mulia, bulan Rajab yang merupakan salah satu dari 4 bulan haram ( bulan mulia) selain bulan Ramadhan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dan saat ini kita berada di bulan Rajab, bulan ini adalah bulan ulang tahun shalat, yang bertepatan pada malam 27 Rajab malam Isra’ Mi’raj nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan semoga acara kita yang akan datang sukses. Acara beruntun dari hari ke hari, yang hanya berjarak satu minggu, kemudian dua minggu berikutnya kita akan menghadapi malam Nishfu Sya’ban, kemudian sebulan selanjutnya kita akan menghadapi malam 17 Ramadhan yang bertepatan pada malam 17 Agustus hari kemerdekaan RI jika tidak ada perubahan pada kalender. Dan sebagaimana yang terdapat dalam buku sejarah, kemerdekaan RI itu bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan yang bertepatan tanggal 17 Agustus 1945, dan pada tanggal 17 Ramadhan juga adalah hari kemenangan Badr Al Kubra. Oleh sebab itu semoga kita yang juga akan mengadakan dzikir akbar dan doa di malam itu diberi kesuksesan oleh Allah subhanahu wata’ala, dan kita semakin luhur dan mulia, amin. Kabar telah kita sampaikan kepada guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh bahwa insyaallah milad Jakarta akan diadakan dzikir dan maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Insyaallah acara Isra’ Mi’raj di Monas akan dihadiri oleh guru besar Al ‘Arif billah Al Musnid Al Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith dari Madinah Al Munawwarah .
Kembali kepada kemuliaan bulan Rajab, yang merupakan ulang tahun shalat. Dan kita mengetahui rahasia kemuliaan shalat itu, dimana shalat merupakan ibadah terluhur setelah syahadah. Shalat adalah kedekatan hamba menghadap Allah. Ketika seorang hamba dibuka tabir sanubarinya untuk berhadapan langsung dengan penciptanya, dan tanpa ia sadari dengan segala indera yang dia miliki bahwa ia yang sedang berhadapan dengan Allah, sedang bersama dengan Allah, sedang berbicara dengan Allah, dan setiap harinya seorang hamba diberi anugerah 5 waktu dalam sehari untuk menghadap Allah, bahkan jika seorang hamba menginginkan lebih dekat lagi maka hal itu diperbolehkan karena Allah tidak akan menolak seorang hamba jika ingin lebih mendekat kepada Allah. Dan jika hamba ingin mendekat kepada Allah, maka Allah lebih ingin mendekat kepada hamba-Nya itu, tidak ada seorang hamba yang ingin mendekat kepada Allah dan tidak Allah dekati, namun Allah akan menjawab dengan kedekatan yang lebih lagi, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi riwayat Shahih Al Bukhari :
وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ، بِشِبْرٍ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
"Bila dia ( seorang hamba ) mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat ( bergegas)”
Namun bukan berarti Allah berbentuk jasad, tetapi yang dimaksud adalah ketika seorang hamba ingin mendekat kepada Allah maka Allah akan lebih ingin mendekat kepadanya. Jika seorang hamba rindu kepada Allah maka Allah subhanahu wata’ala mencintainya lebih dari kerinduan hamba-Nya. Allah subhanahu wata’ala yang telah menghadirkan kita di malam hari ini dan memperdengarkan kepada kita keluhuran-keluhuran. Begitu pula dengan memperbanyak wudhu’, dan sebelum kita melakukan shalat tentunya kita berwudhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 إِنَّ أُمَّتِيْ يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوْءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيْلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
“Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dengan cahaya putih berseri-seri (di wajah dah kaki) karena bekas wudhu,maka barangsiapa yang ingin memperlebar cahayanya,hendaklah ia melakukannya (memperbanyak wudhu)”
Maka jika punya waktu hendaklah melebihkan sentuhan air pada anggota-anggota wudhu’, seperti jika membasuh wajah dilebihkan hingga ke bawah dagu, jika membasuh tangan lebihkanlah sampai ke atas siku, dan jika membasuh kaki maka lebihkanlah sampai di tengah-tengah antara lutut dan mata kaki, mengapa? karena ummat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang banyak melakukan hal itu kelak akan bercahaya di hari kiamat, semoga Allah menerangi kita dengan cahaya wudhu’.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Inilah malam-malam luhur, malam-malam dzikir dan munajat, marilah kita berdoa dan bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala semoga hari-hari kita semakin luhur dan indah, dilimpahi ketenangan, dilimpahi kesejukan, dilimpahi kebahagiaan, dilimpahi keluhuran dan kesucian, dicabut dari segala keinginan untuk berbuat dosa dan dilimapahi keinginan untuk berbuat luhur…
فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Kita ucapkan selamat datang kepada tamu-tamu dari Singapura yang malam ini hadir, semoga dalam rahmat dan keberkahan Allah subhanahu wata’ala. Dan saya mohon doa kepada para hadirin, sebagaimana perjuangan dakwah kita ini semakin berat, merupakan tanggung jawab besar dalam merayakan hari ulang tahun DKI Jakarta dengan dzikir dan doa, yang kemudian akan disusul dengan acara Isra’ Mi’raj, kemudian malam Nishfu Sya’ban, lalu Haul Ahlul Badr, insyaallah. Dan Alhamdulillah kita telah mengadakan kerja sama dengan team TV One, insyaallah dalam bulan Ramadhan akan ada 4 kali tayang dalam seminggu, jadi dalam satu bulan ada sekitar 16 atau 17 kali tayang di TV One. Sungguh hal ini adalah tanggung jawab berat bagi kita semua, bagi para crew dan staf-staf MR dan juga bagi hamba pribadi, oleh sebab itu mohon doa dan dukungan karena tidak ada hadiah yang lebih agung dari berdoa untuk suksesnya perjuangan ini, dan setelah itu insyaallah kita akan mengadakan Takbiran Akbar juga namun belum tau pasti keadaannya dan dimana, karena jika kalender tidak berubah maka malam takbiran tepat pada malam Selasa. Sebagaimana kita ketahui majelis kita ini tidak ada liburnya karena majelis dakwah dan dzikir bukan majelis ta’lim khusus, kalau majelis ta’lim khusus kebanyakan akan libur jika masuk bulan Ramadhan dan memperbanyak mengaji Al qur’an dan beribadah, namun majelis dzikir dan dakwah seperti ini justru di bulan Ramadhan seharusnya lebih ditekankan lagi, meskipun saya telah wafat insyaallah majelis ini akan terus berlanjut,amin. Maka kami mohon dukungan dan khususnya doa, karena tidak ada hadiah yang lebih berharga dari doa, dan tidak ada dukungan yang lebih kuat daripada doa, karena tidak ada yang bisa merubah ketentuan Allah kecuali doa. Perbanyak doa untuk kesuksesan dakwah nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Selanjutnya kita berdoa bersama dengan qasidah Ya Arhamar Rahimin, kemudian kalimat talqin dan doa penutup oleh guru kita Fadhilah As Sayyid Al Habib Hud bin Baqir Al Atthas, yatafaddhal masykuuraa…

Sabtu, 04 Juni 2011

Allah SWT Maha Memaafkan HambaNYA Yang Berdosa

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa   
Saturday, 28 May 2011
Allah SWT Maha Memaafkan HambaNYA Yang Berdosa
Senin, 23 Mei 2011


قال رسوال الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ فَاغْفِرْ لِي فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW: Sungguh seorang hamba berbuat dosa, lalu ia memohon pengampunan pada Allah, ampunilah hamba, maka berkatalah Allah padanya: HambaKu, sungguh telah berbuat dosa, namun ia mengetahui ia memiliki Tuhan Yang Maha Memaafkan dan menolongnya, maka kumaafkan hambaKu. (ucapan ini terus diulang2 oleh Rasul SAW” (Shahih Bukhari).
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang telah mengizinkan kita untuk hadir di dalam perkumpulan mulia istana anugerah Ilahi, yang mengizinkan sanubari kita untuk mengingat-Nya, bagi mereka yang mau mengingat-Nya. Ketahuilah bahwa Allah subhanahu wata’ala tidak memberikan izin untuk mengingat-Nya kepada hamba-hamba yang tidak dikehendaki-Nya, sebagaimana ketika ummat-ummat terdahulu berkata kepada Allah: “Wahai Allah jika hamba-hamba yang belum bertobat memohon kepada-Mu dan menyebut nama-Mu, maka bagaimanakah hal itu?”, maka Allah menjawab : “Kalau mereka menyebut-Ku dan berdoa kepada-Ku, maka Aku menyebutnya dengan laknat-Ku”. Namun berbeda dengan ummat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana telah difirmankan oleh Allah subhanahu dalam hadits qudsi :
 فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي
“Jika ia mengingat/menyebut-Ku dalam kesendirian, maka Aku Mengingatnya dalam kesendirian(Dzat)Ku” 
Dan terdapat dalam riwayat musnad Al Imam Ahmad, Allah subhanahu wata’ala berfirman :
يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ فَلاَ أُبَالِي
" Wahai keturunan Adam , jika engkau berdoa dan berharap kepadaKu niscaya Kuampuni dosa-dosa kalian tanpa Kupertanyakan lagi. " (HR Musnad Ahmad)
Jika ummat sayyidina Muhammad datang kepada Allah berdoa dan bermunajat maka akan Allah ampuni dosa-dosa itu tanpa dipertanyakan lagi. Maka dimanakah para pendoa? dimana orang-orang yang memanggil Ya Allah?!”. Banyak manusia yang di dalam hatinya kering dari seruan nama Allah, apalagi bibirnya. Di masa lalu kesempatan banyak berdzikir ( menyebut Allah) tidak diberikan kepada semua orang kecuali mereka harus lepas dan suci dari dosa. Sedangkan di masa kini kesempatan dibuka seluas-luasnya, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi : “mereka yang berdoa dan berharap kepada-Ku , maka Aku hapus dosa-dosanya dan tidak Kupertanyakan lagi”. Allah juga berfirman dalam hadits qudsi:
يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ
“Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau”
Dan jika dosa keturunan Adam itu memenuhi langit dan jika ia meminta ampun kepada Allah maka Allah akan mengampuni dosanya”
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
قَالَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
( الأعراف : 23 )
“Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS. Al A’raf : 23 )
Kesalahan (dosa) pertama yang pernah ada dari manusia adalah diperbuat oleh nabi Adam, bukan berarti nabi Adam itu telah berbuat dosa karena semua nabi itu ma’sum (terjaga dari perbuatan dosa), namun hal itu telah dikehendaki Allah dengan hikmah agar manusia turun ke bumi. Maka disaat itu doa yang diucapkan nabi Adam adalah :
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
( الأعراف : 23 )
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS. Al A’raf : 23 )
Doa ini selayaknya dilantunkan oleh bibir dan hati kita, karena setiap waktu diri kita selalu berbuat hal yang zhalim terhadap diri kita sendiri. Inilah doa tertua yang diucapkan oleh nabi Adam AS ketika masih di surga. Dan mengapa Allah menciptakan neraka?, Allah tidak menciptakan neraka kecuali yang kekal di neraka hanyalah mereka yang jika Allah kembalikan ke dunia maka mereka akan tetap berbuat jahat. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :
بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
( الأنعام : 28 )
“Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya . Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” ( QS: Al An’am : 28 )
Jika mereka dikembalikan lagi kepada kehidupan dunia maka mereka akan kembali kepada apa yang telah mereka perbuat dari sesuatu yang dilarang oleh Allah, maka mereka itulah yang akan kekal di neraka, adapun yang selain mereka maka tidaklah akan kekal di dalam neraka, adakah yang lebih indah dari perbuatan Allah?. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآَمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا
( النساء : 147 )
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” ( QS. An Nisaa: 147 )
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits telah kita baca, hadits ini diulang hingga 3 kali dalam Shahih Al Bukhari ; dimana seorang hamba berbuat dosa kemudian ia menyesal kemudian meminta ampun kepada Allah, maka pelajaran pertama yang dapat kita ambil dari hadits ini yaitu jika telah melakukan dosa maka jangan dibiarkan saja sehingga dosa-dosanya terus menumpuk dan menumpuk, namun teruslah beristighfar, memohon ampun kepada Allah. Maka tatkala hamba yang berbuat dosa tadi berkata : “Wahai Allah aku telah berbuat dosa”, maka Allah menjawab :
عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي
“Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menghukumi setiap dosa, Aku telah mengampuni hamba-Ku.”
Kemudian hamba itu berdosa lagi dan berkata : “ Wahai Allah aku telah berbuat dosa”, maka Allah menjawab :
عَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي
“Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menghukumi setiap dosa, Aku telah mengampuni hamba-Ku.”
Demikian berkali-kali yang telah diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari . Al Imam Ibn Hajar berkata dalam mensyarahkan hadits ini bahwa sebagian pendapat mengatakan hanya tiga kali, namun pendapat yang lain mengatakan lebih dari tiga kali karena tidak mungkin manusia hanya berbuat dosa sebanyak tiga kali, kecuali para nabi dan rasul yang memang terjaga dari dosa, maka tercakup pula dalam makna hadits qudsi berikut ini:
يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا الَّذِي أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيْعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ
“ Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian dalam kesalahan di siang dan malam, dan Aku lah Yang Maha Mengampuni semua dosa-dosa, maka mohonlah pengampunan kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosa kalian”
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Allah subhanahu wata’ala memuliakan hamba-hamba-Nya dengan seindah-indah keadaan, dan beruntunglah para pencinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang ketika nafas-nafas dicatat oleh para malaikat sedang merindukan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia yang paling indah, manusia yang paling ramah, manusia yang paling dicintai Allah subhanahu wata’ala, manusia yang paling mencintaimu, kelak di hari kiamat semua orang melupakanmu kecuali sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Semua para nabi dan Rasul berkata : “nafsi nafsi, izhhabuu ila ghairi ( diriku-diriku, pergilah kepada selainku)” , kecuali sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tidak diam atas dosa-dosa kita, meskipun diawalnya beliau berkata : “pergi dan keluarlah dari kelompokku, orang-orang yang berbuat dosa setelah aku wafat”, namun ketidaktegaan hati rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam muncul ketika ummatnya terusir dari semua para nabi Rasul, nabi Adam As ayah para manusia pun tidak bisa menolong mereka, yang mana ketika itu mereka merasa bahwa dia akan menolong mereka karena dia adalah bapak dari semua manusia, namun tetap saja nabi Adam AS berkata : “nafsi nafsi”. Begitu pula nabi Ibrahim As abu al anbiyaa ( ayah para nabi ), mengapa disbut demikian? karena semua nabi dari bani Israil adalah keturuna dari nabi Ibrahim As.
Maka ketika mereka terusir dari semua nabi, mereka pun kembali lagi kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka berkata : “Wahai Rasulullah, semua nabi dan rasul mengusir kami”, tidak ada yang mau bertanggung jawab atas dosa-dosa kita kelak di hari kiamat. Allah subhanahu wata’ala berfirman :
إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا
( الإنسان : 10 )
“ Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.” ( QS. Al Insan : 10 )
Hari ketika Allah subhanahu wata’ala mengguncang alam semest, dan Allah tidak pernah marah dan murka sebelumnya dengan kemurkaan yang dahsyat seperti saat itu dan tidak akan pernah murka lagi seperti itu selama-lamanya. Di saat itu tidak ada satu pun yang berani berbicara, kecuali nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata kepada ummat-ummat yang terusir dari para nabi : “Aku yang akan menghadap Allah”, demikianlah sayyidina Muhammad yang peduli terhadap dosa-dosa kita, menjadikan dirinya jaminan di hadapan Allah yang mana Allah sedang dalam keadaan murka, yang pada saat itu jika ada yang salah berucap maka akan dilempar ke dalam api neraka. Dan dikatakan bahwa api neraka itu bukanlah tempat murkanya Allah namun hanya diciptakan untuk orang-orang yang dimurkai Allah, karena jika Allah murka kepada neraka maka neraka itu lebur takutnya kepada murka Allah. Maka disaat nabi Muhammad mengahadap kepada Allah beliau bersujuda, kemudian Allah berfirman : “apa yang membuatmu bersujud wahai Muhammad”?. Lalu rasulullah berkata : “aku memuji Allah dengan pujian yang belum pernah aku memuji-Nya dengan pujian itu dan Allah pun memujiku dengan pujian yang belum pernah Allah memujiku seperti itu”. Di hari dimana Allah sangat murka namun ketika itu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dipuji dengan pujian yang belum pernah dipuji dengan pujian itu sebelum dan sesudahnya, lantas Rasulullah berkata : “ummati ummati”, maka Allah berkata : “Angkatlah kepalamu,dan mintalah pasti Kuberi dan selamatkanlah ummatmu yang ingin engkau selamatkan dengan syafaatmu”. Jika ditanya mana yang lebih baik, Allah subhanahu wata’ala atau nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? Tentunya Allah subhanahu wata’ala, tetapi mengapa yang meminta pengampunan adalah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?, karena nabi Muhammad adalah ciptaan Allah. Allah subhanahu wata’ala yang menciptakan makhluk yang paling indah itu, dan Dialah Allah yang menjadikan alam ini ada, maka kenalilah kasih sayang-Nya melalui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kita tidak bisa bertemu dan berjumpa dengan Allah maka kenalilah Allah melalui sosok sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan sampai di neraka pun kasih sayang Allah masih tetap ada untuk para pendosa agar mendapatkan syafaat, sebagai bentuk dari kasih sayang Rabbul ‘alamin .
Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketika ketentuan-ketentuan yang tidak kita kehendaki terjadi pada kita, maka janganlah menyesalinya dan bersedih akan hal itu, banyak pertanyaan muncul kepada saya akan hal-hal seperti ini. Ketahuilah mungkin yang terjadi pada kita itu adalah hal yang baik untuk kita, sebagaimana kejadian yang dijelaskan di dalam surah Al Kahfi, kejadian antara nabi Musa As dan Nabiyullah Khidir As. Dimana disaat itu nabi Khidir As diutus untuk menemui nabi Musa AS dan mengajarinya tentang takdir-takdir Ilahi. Kisah ini sangat panjang namun secara singkat ketika nabi Musa As bertemu dengan nabi Khidir As, nabi Musa berkata kepada nabi Khidir : “izinkanlah aku ikut bersamamu untuk kau ajari aku tentang ilmu yang egkau ketahui?”, nabi Khidir berkata: “sungguh engkau tidak akan bisa sabar bersama denganku”, nabi Musa AS menjawab: “Insyaallah aku akan bisa bersabar dan tidak akan melanggar perintahmu”, lalu nabi Khidir berkata: “Jika kau ikut bersamaku, maka jangan bertanya tentang sesuatu sampai aku yang mengatakannya kepadamu”. Maka keduanya berjalan hingga menaiki sebuah perahu lalu nabi Khidir membocorkan perahu itu, maka nabi Musa berkata: “Apakah engkau membocori perahu itu untuk menenggelamkan orang-orang di dalamnya, sungguh engkau telah berbuat kesalahan”, maka nabi Khidir berkata : “bukankah sudah kukatakan kepadamu bahwa engkau tidak akan bisa sabar mengikutiku”, maka nabi Musa berkata : “baiklah maafkan aku, sungguh aku telah lupa”, kemudian mereka melanjutkan perjalanan sehingga mereka menemui seorang anak kecil maka dibunuhlah anak kecil itu oleh nabi Khidir, lalu nabi Musa As berkata : “mengapa engkau membunuh anak kecil yang tidak berdosa?”, maka nabi Khidir kembali berkata : “bukankah telah aku katakan padamu, engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku”, maka nabi Musa kembali berkata : “baiklah maafkan aku, jika nanti aku bertanya lagi kepadamu akan sesuatu maka tinggalkanlah aku”, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan dan ketika tiba di sebuah perkampungan, maka penduduk kampung itu tidak mau menerima mereka dan tidak mau menjamu mereka, lalu disana mereka menemukan sebuah dinding rumah yang telah rapuh dan hampir roboh, maka nabi Khidir memperbaiki dan membangun kembali dinding rumah itu, maka nabi Musa berkata : “jika engkau mau, engkau bisa meminta imbalan untuk itu”, kemudian nabi Khidir berkata : “inilah akhir pertemuanku denganmu, aku akan menjelaskan kepadamu akan hal-hal yang tidak mampu engkau bersabar atasnya, ketahuilah bahwa perahu yang kubocorkan tadi adalah milik orang miskin yang bekerja di laut, dan aku merusaknya hingga perahu itu tenggelam karena dihadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu”. Lihatlah takdir Allah yang terjadi, jika perahu itu masih berada di atas permukaan laut maka pastilah perahu itu akan dirampas oleh para perampok, namun Allah takdirkan tenggelam namun hal itu untuk menjaga agar hartanya tidak dirampas oleh para perampok. Lalu nabi Khidir berkata : “Adapun anak muda (kafir) itu kubunuh, karena kedua orang tuanya adalah orang yang beriman dan aku khawatir dia akan memaksa kepada kesesatan dan kekafiran dan Allah akan menggantikannya dengan anak lain yang lebih baik darinya, adapun dinding rumah yang kubangun itu adalah milik dua anak yatim di kampung itu, yang dibawahnya ada pendaman harta untuk mereka dan ayahnya adalah orang shalih, maka Allah berkehendak agar anak yatim itu sampai dewasa lalu keduanya mengeluarkan harta itu sebagai rahmat dari Allah”. Disebutkan dalam tafsir Al Imam Ibn Katsir, Al Imam Qurthubi dan lainnya m bahwa harta itu adalah pendaman ayahnya yang shalih, yaitu nenek moyang yang ketujuh, namun masih Allah jaga hartanya hingga keturunannya yang ketujuh. Dari sini banyak makna yang perlu saya perjelas, diantaranya adalah bahwa orang yang shalih itu selalu dijaga oleh Allah, jangankan imanya hartanya pun dijaga oleh Allah hingga tujuh keturunan, disebutkan dalam tafsir Ibn Katsir, tafsir Qurthubi dan lainnya ketika nabi Khidir membuka pendaman harta itu tertulis dengan emas lafadz : “Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah”, maka kagetlah nabi Khidir dan nabi Musa karena tulisan itu mengkabarkan akan dekatnya kedatangan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka akhirnya nabi Musa dan nabi Khidir pun berpisah.
Hadiri hadirat yang dimuliakan Allah
Oleh karena itu jika dalam kehidupan kita ada hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita maka mungkin saja hal itu ada hikmahnya yang jauh lebih besar dan baik di masa mendatan. Mudah-mudahan di hari-hari kita selalu terbit rahmat dan kasih sayang Allah sampai tujuh keturunan bahkan tujuh puluh keturunan, amin. Di akhir surah Al Kahfi terdapat kisah tentang Ya’juj dan Ma’juj yaitu dua makhluk yang memimpin kelompok yang sangat besar, dijelaskan bahwa Dzulqarnain adalah seorang raja yang diberi kekuasaan oleh Allah subhanahu wata’ala yang mengalahkan semua kekuatan yang ingin menyerang Islam di saat itu, hingga kemudian ia menemukan Ya’juj dan Ma’juj yang membuat kerusakan di muka bumi. Ya’juj dan Ma’juj adalah keturunan nabi Adam As, yang riwayatnya terdapat dalam dalam Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa di hari kiamat kelak nabi Adam As akan diperintah untuk memasukkan 1000 dari keturunannya kedalam neraka, maka 1000 orang pun dimasukkan ke dalam neraka, mendengar hal ini para sahabat kaget dengan jumlah yang banyak itu, maka Rasulullah berkata : “ jangan takut, dari 1000 keturunan nabi Adam hanya ada satu Ya’juj Ma’juj”, jadi Ya’juj dan Ma’juj itu adalah keturunan nabi Adam, demikian pendapat jumhur Ulama’. Mereka keturunan nabi Adam namun berbeda dengan yang lainnya karena Ya’juj dan Ma’juj memakan manusia hidup-hidup, pohon dimakan, manusia dimakan, dan segala sesuatu dimakan bahkan mereka saling memakan satu sama lain. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah terbangun dari tidur beliau bersabda siapa yang mau membangunkan para keluarganya untuk shalat tahajjud, karena aku melihat sejengkal lubang yang membentengi Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka. Ya’juj dan Ma’juj akan keluar dari dalam bumi dan jumlahnya lebih banyak dari penduduk bumi, diriwayatkan dalam hadits bahwa jika mereka melewati sebuah danau kemudian minum dari danau itu, maka ketika yang di bagian depan minum air telaga itu maka yang di bagian belakang akan melewati danau itu kering. Oleh karena itu Dzulqarnain mengumpulkan besi-besi, baja, tembaga, timah dan lainnya ditutupkan kepada mereka lalu dibakar agar mencair dan menutupi mereka. Dan Rasulullah telah bersabda bahwa 14 abad yang silam beliau telah melihat tembok itu terbuka sejengkal, namun hal itu masih sangat jauh, kenapa? karena masih banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan bahwa sebelum munculnya Ya’juj dan Ma’juj itu masih banyak kejadian-kejadian yang akan terjadi, dan yang paling kita tunggu adalah munculnya kemakmuran terlebih dahulu, kita akan hidup di masa kemakmuran, dan semoga keturunan-keturunan kita dijauhkan dari pengikut Dajjal, amin. Guru mulia mengajarkan untuk membaca surat surah Al Kahfi 10 ayat pertama dan 10 ayat terkahir di setiap harinya, khususnya bagi kaum wanita karena wanita yang membaca itu (atau dalam riwayat lain yang menghafalnya) maka keturunanya tidak akan terkena fitnah Dajjal, dan juga dikarenakan pengikut Dajjal itu kebanyakan kaum wanita, kenapa? karena jumlah wanita lebih banyak dari kaum pria . Maka perbanyaklah membaca surah Al Kahfi khususnya 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir. Dijelaskan bahwa yang menghafal 10 ayat terakhir surah Al Kahfi maka ia aman dari fitnah Dajjal yang hal itu terjadi setelah kemakmuran menyeluruh di seluruh bumi. Semoga Allah subhanahu wata’ala segera mendekatkan waktu datangnya kemakmuran, datangnya kejayaan Islam, munculnya generasi yang gemar sujud, berdoa dan munajat, generasi pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, generasi yang cinta kepada Allah, generasi orang-orang yang tidak menjadikan sesuatu didunia ini lebih agung dari Allah, karena sungguh tidak ada yang lebih agung dari-Nya, tidak ada yang lebih berhak dicintai dari-Nya, tidak ada yang lebih dirindukan dari-Nya, Allah Rabbul ‘alamin…
َفقُوْلُوْا جَمِيْعًا
Ucapkanlah bersama-sama
يَا الله...يَا الله... ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم ...لاَإلهَ إلَّاالله...لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ...لاَ إِلهَ إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ...لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ...مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.
Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 28 May 2011 )